Home description text

Selasa, 22 Oktober 2013




Sekolah merupakan salah satu lembaga formal pendidikan yang berfungsi untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anak, ekolah merupakan tempat kita memperoleh berbagai ilmu pengetahuan sebagai bekal untuk bertahan hidup di kemudian hari. Pemahan dan pengenalan menditail mengenai lingkungan dapat diperoleh anak melalui pendidikan di sekolah.
Cara – cara yang perlu dilakukan untuk memelihara lingkungan sekolah antara lain sebagai berikut.
  1. Menyusun dan memasyarakatkan perogram sekolah hijau.
  2. Mendaftar atau menginvestasikan dan melaksanakan perogram sekolah hijau, yaiut;
  • Membangun kegiatan apotek hidup di sekolah.
  • Menurangi atau menghemat penggunaan lampu pendingin ruang kelas, konsumsi air dan energi lainnya.
  • Membangun mekanisme pembuangan sampah di sekolah.
  • Membiasakan untuk kegiatan hemat atau bahkan mendaur ulang semua kertas, plastik dan sejenisnya
  • Menyediakan tempat sampah berdasarkan jenis sampahnya.
  • mengkondisikan kegiatan ekstra kulikuler berbasis lingkungan, seperti kelompok hijau, pecinta alam dan sejenisnya.
  • Melakukan diskusi atau studi kasus tentang pemeliharaan lingkungan sekolah dan sejenisnya. COntoh mennton film bertemakan lingkungan, kemudian mendiskusikan atau membahasnya bersama-sama
  • Mengadakan karya wisata atau studi bnding dalam rangka pemeliharaan dan peningkatan kebersihan dan kelestarian laingkungan sekolah
  1. Melaksanakan tata tertib kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.
  2. Mengembangkan kecintaan dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolah melalui berbagai loba peduli lingkungan, seperti lomba kebersihan antar kelas, menulis, menggambar, atau aneka kreativitas lain yang bersifat ramah lingkungan.
  3. Mengadakan pengawasan dan penegakan kedisiplinan.
  4. Mengadakan gerakan cinta kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah
  5. memanfaatkan hari-hari besar nasional untuk gerak peduli lingkungan
Secara keseluruhan, kebersihan dan keasrian sekolah adalah tanggung jawab bersama dari setiap warga sekolah. Selain guru dan siswa, pemeliharaan dan perwujudan lingkungan sekolah yang bersihm sehat dan asri tidak lepas dari peran orang tua, swasta lembaga swadaya masyarakat mapupun pemerintah. Kondisi demikian akan melahirkan siswa yang cerdas, bermutu, berwawasan lingkungan serta mampu menerapkan sikap cinta dan peduli lingkungannya di lingkungan sekolah maupun masyarakan.

Minggu, 20 Oktober 2013



Pergaulan bebas kebanyakan dilakukan oleh anak remaja (ABG) yang dalam masa pertumbuhan dan banyak ingin tahu tentang sesuatu yang membuatnya penasaran. Karena masa remaja adalah masa kita masih mencari jati diri kita. Tetapi dimasa itu banyak remaja yang salah langkah jika tidak diarahkan oleh orang tuanya, akibat bergaul yang diluar batas sehingga dampak buruk pada mereka seperti seks bebas yang berakibat hamil duluan atau terkena penyakit HIV /AIDS, overdosis akibat narkoba, minum- minuman keras. Pergaulan bebas sekarang suka mulai ke tingkat bawah dan berkembang di anak SMA dan SMP. Di setiap SMA di indonesia sudah 60 % muridnya tidak virgin lagi, dan 40 % untuk anak SMP. Semua itu terjadi karena pergaulan bebas dan dunia internet dan ponsel yang dengan gampang menyimpan film biru (blue film) sehingga membuat anak- anak tersebut penasaran untuk meniru adegan tersebut, selain dari anak itu sendiri ada juga akibat orang dewasa yang melakukan pelecehan seksual ditempat umum ataupun di instansi. Dan dari akibat pergaulan bebas ini orang yang paling dirugikan hanyalah kaum perempuan. Kita harus mampu menjaga nafsu dan hargai badan kita agar tidak melakukan hal- hal yang dibisikkan syetan.
Kalau disimpulkan berikut ini adalah dampak akibat pergaulan bebas
1. Terserang Penyakit HIV / AIDS
Itu dikarenakan melakukan hubungan gonta ganti pasangan yang tidak menggunakan alat pengaman (kondom), sebagai akibat rasa ingin tahu atau mungkin masalah ekonomi
2. Hamil di Luar Nikah
Dikarenakan kurang pengetahuan masalah seksologi para remaja melakukan tanpa memikirkan resiko yang terjadi hanya untuk mencari tahu bagaimana rasanya berhubungan badan yang di akibatkan menonton film biru
3. Ketergantungan Obat
Indonesia sekarang semakin buruk, karena banyak kasus obat obatan terlarang yang menjadikan berita di televisi. Bila kita sudah terkontaminasi dengan obat, bila tidak membeli akan sakit dan itu menguras uang akibatnya bila tidak punya uang, kita akan mencuri atau melakukan tindakan kriminal untuk mendapatkan obat tersebut. Dan akibat paling buruk adalah overdosis, atau kelebihan kita menggunakan obat sehingga membuat kita meninggal.
4. Aborsi
Diakibatkan sering melakukan hubungan badan akan berakibat kita hamil di luar nikah. Bila itu terjadi pasti akan membuat remaja bingung, karena belum waktunya untuk menikah dan jeleknya kejadian itu tidak diketahui oleh orang tua, sehingga jalan terbaik adalah melakukan aborsi untuk menutupi mata pada orang tua dan masyarakat. Dan resiko yang paling parah bila aborsi dilakukan tidak sesuai dengan prosedur berakibat kematian
5. Tawuran Remaja
Mungkin kita tiap hari melihat di televisi tentang berita tawuran antar pelajar yang meresahkan masyarakat. Sampai diadakan sweeping oleh pihak kepolisian kepada pelajar. Semua itu akibat pergaulan bebas yang membuat emosi tinggi dan berakibat pada tawuran. Masih banyak lagi akibat pergaulan bebas yang bisa kita ambil, tetapi dari keterangan diatas itu paling menonjol dan meresahkan masyarakat. Bagaimana nasib negara kita bila para pelajar salah dalam bergaul. Tingkat kriminalitas akan meningkat diakibatkan pergaulan yang salah tersebut. Untuk itu kita harus sadar bila semua itu salah, dan didik anak kita menjadi yang benar. Semua itu tergantung pada diri kita sendiri bagaimana menyikapi hal tersebut, bila kita bisa menjaga dan bergaul dengan benar maka kejadian diatas tidak akan terjadi
Untuk hal ini yang harus menjaga dan tidak berakibat seperti hal tersebut adalah kita sendiri, hanya kita yang mampu mengendalikan hawa nafsu duniawi baik laki- laki maupun perempuan. Sebenarnya kita di dunia hanya sebentar, ibadah yang penting. Untuk remaja boleh kita penasaran terhadap sesuatu, namun kita harus berfikir apakah itu positif atau negatif. Dan orang yang mampu menjawab itu adalah orang dewasa, atau orang yang lebih tua. Hargai kaum perempuan, dan jaga tubuh kalian. Pasti ada waktunya kelak untuk mengerti dan mampu memahami.





  • Kerugian fisik, pelajar yang ikut tawuran kemungkinan akan menjadi korban. Baik itu cedera ringan, cedera berat, bahkan sampai kematian.
  • Masyarakat sekitar juga dirugikan. Contohnya : rusaknya rumah warga apabila pelajar yang tawuran itu melempari batu dan mengenai rumah warga.
  • Terganggunya proses belajar mengajar.
  • Menurunnya moralitas para pelajar.
  • Hilangnya perasaan peka, toleransi, tenggang rasa, dan saling menghargai
  • Pelajar (dan keluarganya) yang terlibat perkelahian sendiri jelas mengalami dampak negatif pertama bila mengalami cedera atau bahkan tewas. 
  • Rusaknya fasilitas umum seperti bus, halte dan fasilitas lainnya, serta fasilitas pribadi seperti kaca toko dan kendaraan. 
  • Terganggunya proses belajar di sekolah. Terakhir, mungkin adalah yang paling dikhawatirkan para pendidik, adalah berkurangnya penghargaan siswa terhadap toleransi, perdamaian dan nilai-nilai hidup orang lain. 
  • Para pelajar itu belajar bahwa kekerasan adalah cara yang paling efektif untuk memecahkan masalah mereka, dan karenanya memilih untuk melakukan apa saja agar tujuannya tercapai. 




Berikut ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan tawuran pelajar, diantaranya :
a) Faktor Internal
Faktor internal ini terjadi didalam diri individu itu sendiri yang berlangsung melalui proses internalisasi diri yang keliru dalam menyelesaikan permasalahan disekitarnya dan semua pengaruh yang datang dari luar. Remaja yang melakukan perkelahian biasanya tidak mampu melakukan adaptasi dengan lingkungan yang kompleks. Maksudnya, ia tidak dapat menyesuaikan diri dengan keanekaragaman pandangan, ekonomi, budaya dan berbagai keberagaman lainnya yang semakin lama semakin bermacam-macam. Para remaja yang mengalami hal ini akan lebih tergesa-gesa dalam memecahkan segala masalahnya tanpa berpikir terlebih dahulu apakah akibat yang akan ditimbulkan. Selain itu, ketidakstabilan emosi para remaja juga memiliki andil dalam terjadinya perkelahian. Mereka biasanya mudah friustasi, tidak mudah mengendalikan diri, tidak peka terhadap orang-orang disekitarnya. Seorang remaja biasanya membutuhkan pengakuan kehadiran dirinya ditengah-tengah orang-orang sekelilingnya.
b) Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang datang dari luar individu, yaitu :
1. Faktor Keluarga
Keluarga adalah tempat dimana pendidikan pertama dari orangtua diterapkan. Jika seorang anak terbiasa melihat kekerasan yang dilakukan didalam keluarganya maka setelah ia tumbuh menjadi remaja maka ia akan terbiasa melakukan kekerasan karena inilah kebiasaan yang datang dari keluarganya. Selain itu ketidak harmonisan keluarga juga bisa menjadi penyebab kekerasan yang dilakukan oleh pelajar. Suasana keluarga yang menimbulkan rasa tidak aman dan tidak menyenangkan serta hubungan keluarga yang kurang baik dapat menimbulkan bahaya psikologis bagi setiap usia terutama pada masa remaja.
Menurut Hirschi (dalam Mussen dkk, 1994). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa salah satu penyebab kenakalan remaja dikarenakan tidak berfungsinya orang tua sebagai figure teladan yang baik bagi anak (hawari, 1997). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa salah satu penyebab kenakalan remaja dikarenakan tidak berfungsinya orang tua sebagai figure teladan yang baik bagi anak (hawari, 1997). Jadi disinilah peran orangtua sebagai penunjuk jalan anaknya untuk selalu berprilaku baik.
2. Faktor Sekolah
Sekolah tidak hanya untuk menjadikan para siswa pandai secara akademik namun juga pandai secara akhlaknya . Sekolah merupakan wadah untuk para siswa mengembangkan diri menjadi lebih baik. Namun sekolah juga bisa menjadi wadah untuk siswa menjadi tidak baik, hal ini dikarenakan hilangnya kualitas pengajaran yang bermutu. Contohnya disekolah tidak jarang ditemukan ada seorang guru yang tidak memiliki cukup kesabaran dalam mendidik anak muruidnya akhirnya guru tersebut menunjukkan kemarahannya melalui kekerasan. Hal ini bisa saja ditiru oleh para siswanya. Lalu disinilah peran guru dituntut untuk menjadi seorang pendidik yang memiliki kepribadian yang baik.
3. Faktor Lingkungan
Lingkungan rumah dan lingkungan sekolah dapat mempengaruhi perilaku remaja. Seorang remaja yang tinggal dilingkungan rumah yang tidak baik akan menjadikan remaja tersebut ikut menjadi tidak baik. Kekerasan yang sering remaja lihat akan membentuk pola kekerasan dipikiran para remaja. Hal ini membuat remaja bereaksi anarkis. Tidak adanya kegiatan yang dilakukan untuk mengisi waktu senggang oleh para pelajar disekitar rumahnya juga bisa mengakibatkan tawuran.





Anak-anak zaman sekarang tak asing lagi dengan gadget dan teknologi. Marc Prensky—pakar pendidikan lulusan Universitas Harvard dan Yale dari Amerika, yang juga penulis buku Digital Game-Based Learning, menyebut anak-anak berusia 14 tahun ke bawah sebagai ”digital natives”—alias ”penduduk asli” yang menghuni dunia digital ini.

Tinggal sebut saja, entah itu komputer PC, komputer tablet, play station, sampai beraneka jenis smartphone yang dimiliki orangtua di rumah, pasti sudah ”khatam” diutak-atik oleh si praremaja. Untuk apa lagi kalau bukan untuk menjajal beraneka macam game seru yang tersedia online, baik yang bisa diunduh gratis maupun yang berbayar?

Hanya, menurut penelitian yang pernah dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics—yang antara lain dilakukan di Seattle Children’s Research Institute (2011), Iowa State University (2010), dan Stanford University School of Medicine (2009), kebanyakan main game bisa mengganggu proses tumbuh kembang anak, antara lain berupa:

- Masalah sosialisasi. Berhubung lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain dengan mesin (bukan manusia), si praremaja bisa merasa canggung dan kurang nyaman kala datang kesempatan untuk bergaul dengan temannya.

- Masalah komunikasi. Kegiatan berkomunikasi bukan sebatas berbicara dan mendengarkan kalimat yang terucap, tetapi juga membaca ekspresi lawan bicara. Anak yang kurang sering bersosialisasi biasanya kesulitan melakukan hal ini.

- Mengikis empati. Seringkali anak menyukai jenis game yang melibatkan kekerasan, seperti perang-perangan, martial art, dan sebagainya. Efek samping dari memainkan jenis game ini adalah terpicunya agresivitas anak dan terkikisnya empati si kecil terhadap orang lain.

- Gangguan motorik. Tubuh yang kurang aktif bergerak akan mengurangi kesempatan anak untuk melatih kemampuan motoriknya. Risikonya, anak bisa terserang obesitas dan pertumbuhan tinggi badannya tidak maksimal.

- Gangguan kesehatan. Menatap layar video games secara konstan dalam waktu lama bisa mencetus serangan sakit kepala, nyeri leher, gangguan tidur, dan gangguan penglihatan.




 Teknologi Seluler  berlebihan
Apapun sukanya yang jelas SMS ama telepon gak lepas dihari-harinya. Sepenggal kalimat itu rasanya cocok untuk dikaitkan dengan kehidupan remaja sekarang. Sejumlah layanan gratis dari berbabgai provider  telah mengubah tatanan komunikasi dan interaksi mereka. Demikian juga dengan kelayakan dan kegunaannya pun diukur  dengan kondisi hati. Simpulan sementaranya ada waktu lebih dari 15 menit kadang habis untuk sms atau teleponan dari 24 jam waktu yang ada serta ada pengeluaran 7,15%  dari pengeluaran skala individu untuk per minggunya. Artinya mendekati survie pengeluaran para perokok pada tahun 2010 yang tembus 10% pengeluaran rumah tangga disumbangkan oleh Konsumsi rokok. (survie tedi).
2.       Nonton
Kegiatan ini juga menyumbangkan waktu luang yang begitu lumayan untuk sinetron pendek dengan durasi 1 – 1,5 jam setiap hari. Akibatnya lupa buat PR, nyuci piring, ngepel, tak sadar ortu udah pulang kerja jadi korban sinetron donk. Muncul juga budaya klasik kok kehidupanku sama seperti dalam scenario sinetron. Unsure psikologis hendak meranut dalam pikiran terkadang dibawa sampai ruang kelas belajar.  Akan tetapi sisi positifnya juga begitu besar apabila mereka mampu untuk memposisikan diri dengan baik.
3.       Keluyuran
Biasanya hal ini dilakukan sepulang sekolah. Beralih alasan buat tugas sama teman. Nyatanya tugas mematai si doi pulang diantar sama siapa. Entar buat laporan via sms “doimu jalan sama itu”. Disamping itu juga ada berbagai tindakan yang tidak layak dilakukan oleh seorang pelajar dari segi keselamatan dan hemat energy (bagi keluyuran use BBM).
4.       Jejaring sosial
Habis waktu, habis biaya, habis mindset gara-gara mikiran perkembangan akun FB, Twiter, selalu kepikiran udah berapa pertemanan saya, apa status teman saya, dan lain-lain. Sampai-sampai nama menteri pendidikan tidak tahu siapa namanya (apalagi para ilmuan asli Indonesia yang sekarang di luar negeri). Mengerikan sungguh perilaku generasi sekarang ini. Akan tetapi jejaring komunikasinya sudah sampai ke Seoul bahkan ke lintas benua.
 Belanja pendidikan minim
Umumnya belanja pendidikan kalau sudah terpaksa karena kegagalan menyelesaikan tugas jadi beli buku. Bukan kesadaran untuk benar-benar tahu. Kebanyakan belanja kuliner atau sekunder needs. Apalagi merancang investasi keterampilan atau skill individu mendampingan pencapaian masa depan. Seperti kursus bahasa, Komputer, keterampilan sikap, dan lain-lain masih belum tumbuh dengan signifikan.
 Kurang paham kultur
Orang besar dimasa mendatang ialah orang yang mencintai dan membudayakan kebudayaan dimana ia dilahirkan. Kata   mutiara para tokoh dunia juga berkata demikian. Kenyataanya kita lupa selaku generasi muda akan kekayaaan dan keragaman budaya kita sendiri. Mengapa hal ini lentur dari kita. Sebab kita coba bandingkan dengan Negara kelas Korea Selatan. Dimana akses generasi mudanya selalu disandungkan dengan akar karya dalam negeri mulai dari akses internet hingga aliran musik sekalipun. Bukan berarti dari luar di larang masuk. Kita masih lemah untuk memahami karya bangsa dan keragaman kita yang penuh warna-warni.



Bahaya Merokok bagi Kesehatan

Rokok juga salah satu hal pengancam terberat keselamatan atau kesehatan seseorang, baik itu si perokok sendiri ataupun perokok pasifnya ( orang sekitar perokok yang menghisap asap rokok dari perokok aktif). 

Namun mengapa masih banyak orang yang tetap menghisap rokok tanpa memikirkan bahaya untuknya dan untuk orang sekitarnya?, jawabannya pasti ada di diri kita masing-masing.

Saya pernah membaca satu artikel penelitian tentang bahaya merokok yang di kemukakan oleh salah satu pakar penelitian King's College London, bahwa dengan merokok itu dapat, merusak memori otak dan pembusukan walaupun dengan tinggkat yang tidak terlalu tinggi, sehingga sangat berbahaya bagi pola pikir dan daya ingat seseorang.

Bahaya menghisap rokok lainnya selain merusak otak adalah dapat menyebabkan seseorang terkena serangan darah tinggi atau hipertensi, penyakit jantung, kolestrol dalam tubuh meningkat, paru-paru, kelebihan berat badan, membahayakan janin bagi ibu hamil yang masih menghisap asap rokok, kanker dan masih banyak yang lainnya.

Nah sebenarnya zat-zat apa sajakah yang terkandung dalam rokok, yang dapat membahayakan tubuh dan menyebabkan tubuh kita terserang penyakit, mari kita lihat bersama-sama dibawah ini:

Kandungan Zat Kimia Yang Berbahaya dalam Sebungkus rokok
Dalam satu buah rokok ternyata menyimpan lebih dari 4rb elemen yang membahayakan, dan yang sudah positif dinyatakan berbahaya untuk kesehatan sekitar 200 elemen, kandungan berbahaya yang sangat popular dan pastinya sudah diketahui ialah adanya ZAT kimia seperti, Karbon Monoksida, NIkotin, Tar dan Timah Hitam atau nama kimianya ( PB).
Sebenarnya apa sajakah pengertian dari 4 jenis kandungan kimia diatas:
  • Karbon monoksida: suatu bahan kimia yang dihasilkan dari asap rokok (kepulan asap rokok)
  • Nikotin: adalah zat kimia yang bisa menenangkan seseorang, zat ini bisa membahayakan dan dapat menyebabkan kegemukan (walapun tidak secara langsung) dan yang mengerikan lagi nikotin adalah zat kimia (aditif) pemicu adanya penyempitan pembulu darah.
  • Tar : zak kimia aditif yang dapat menempel pada oragan tubuh paru paru karena sifat dari zat aditif ini (Tar) lengket.
  • PB : merupakan kandungan timah hitam yang terdapat pada satu batang rokok, dalam satu batang rokok PB (timah hitam) biasanya dalam satu bunting rokok diberikan PB 0,5ug.
Bahaya merokok sebenarnya sudah hampir semua dipaparkan diatas namun belum secara detailnya, berikut merupakan bahaya yang sewaktu-waktu mengancam kesehatan tubuh seorang perokok dan orang sekitarnya:
  • Rokok Membahayakan Paru-paru
    Seorang perokok baik itu perokok pasif ataupun perokok aktif dapat mengalami resiko serangan penyakit paru-paru, penyakit paru paru ini biasanya akan mengakibatkan seseorang sulit untuk bernafas ( sesak nafas). Memang sebenarnya penyakit ini sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh namun seseorang biasanya tidak menyadari bahwa dirinya sudah terkena gejala paru-paru dan mereka baru menyadarinya setelah dirinya benar-benar parah.
    Catatan penting: penyakit paru-paru yang sudah parah tidak ada obatnya kecuali hanya kuasa allah saja yang bisa menyembuhkannya.
  • Rokok dapat membayakan Tulang
    Bahaya yang ditimbulkan oleh rokok banyak terjadi pada seorang wanita, karena jika menurut penelitian dan beberpa artikel yang pernah saya baca, hampir 6-10 persen kaum wanita yang meokok akan mengalami rapuh tulang (osteoporosis).
  • Menghisap Rokok Dapat Membahayakan Stroke & Jantung
    Adanya zat kimia karbon monoksida dalam sebuntung rokok dapat mengakibatkan seseorang terkena serangan penyakit stroke & jantung . karbon monoksida yang dihasilkan dari asap rokok inilah yang akan membahayakan tubuh dan nantinya akan berdampak pada menumpuknya kolestrol di setiap arteri.
  • Menghisap Rokok Dapat Membahayakan Gigi & Mulut
    Salah satu penyebab Gigi seseorang menjadi kuning ialah kebanyakan menghisap rokok, tak hanya gigi kuning bahkan bau mulutpun juga akan kita alami jika terlalu banyak menghisap rokok. Jika hanya menyebabkan mulut bau mungkin masih bisa diatasi dengan cara alami namun jika lama-kalamaan menghisap rokok maka akan menyebabkan kanker lidah, bibir dan tenggorokan.
  • Rokok dapat membayakan Kulit
    Dengan terlalu banyak orang menghisap rokok, hal ini bisa mengurangi oksigen yang diperlukan oleh kulit, sehingga dapat mempercepat kerutan pada kulit tubuh.
  • Menghisap Rokok Dapat Menyebabkan Kanker
    Rokok dapat memicu seseorang terserang penyakit Kanker, kanker yang bisa diakibatkan oleh asap rokok dan materi bahan lainnya adalah kanker lidah, kanker paru-paru, Kanker lambung dan yang terakhir kanker nasofaring.
Nah banyak bukan bahaya yang ditimbulkan oleh rokok, oleh karenannya jika anda seorang yang sudah hobi merokok mulai dari sekarang tinggalkan rokok jauh-jauh. karena mengingat bahaya merokok bukan hanya milik perokok aktif namun untuk perokok pasif juga. 

Semoga anda yang sudah kecanduan merokok bisa terbebas dari rokok dan kita jadikan bumi ini dengan udara dan alam yang sejuk GO GREEN, semangat semangat heheh. Tak ada kata terlambat dan menyerah heheh. semoga bermanfaat.

    Blogger news

    Blogroll